Jakarta, 27 Juni 2026 — BINUS University melalui Doctor of Accounting Science, School of Accounting menyelenggarakan webinar bertajuk “Transforming Research Ideas into Doctoral Research Proposal in Accounting Science” pada Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 10.00–12.00 WIB melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta memahami proses pengembangan ide penelitian menjadi proposal riset doktoral yang terstruktur, memiliki kebaruan ilmiah, serta memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu akuntansi.
Webinar ini menghadirkan Prof. Rindang Widuri, S.Kom., S.Akun., M.M., Ph.D., Head of Program (HoP) Finance and International Finance Program, School of Accounting BINUS University, serta Prof. John Hutagaol, S.E., Ak., M.Acc., M.Ec. (Hons), CA, Ketua Kompartemen Akuntan Perpajakan Ikatan Akuntan Indonesia (KAPj IAI) periode 2022–2026. Diskusi dipandu oleh Prof. Toto Rusmanto, M.Comm., Ph.D., CAPM., CMA., Head of Department Doctor of Accounting Science BINUS University, sebagai moderator.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa penelitian pada jenjang doktoral membutuhkan pendekatan berpikir yang berbeda dari penelitian pada jenjang sebelumnya. Riset doktoral tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masalah praktis yang dihadapi organisasi, tetapi juga dituntut menghasilkan kontribusi ilmiah yang orisinal dan memperkaya pengembangan teori, khususnya dalam bidang akuntansi. Oleh karena itu, sebuah ide penelitian perlu memiliki landasan konseptual yang kuat, relevansi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta kedalaman pembahasan yang memadai untuk dikembangkan menjadi disertasi dan publikasi ilmiah.
Salah satu materi penting yang dibahas adalah bagaimana mengidentifikasi research gap sebagai fondasi dalam merumuskan pertanyaan penelitian. Peserta diperkenalkan pada lima dimensi kesenjangan penelitian, yaitu theoretical gap, empirical gap, methodological gap, contextual gap, dan policy gap. Kelima dimensi tersebut membantu peneliti menilai keterbatasan penelitian terdahulu, mengidentifikasi fenomena yang belum terjelaskan secara memadai, serta menemukan peluang penelitian yang relevan dengan perkembangan kebijakan dan kondisi empiris, termasuk dalam konteks Indonesia dan kawasan ASEAN.
Webinar ini juga menguraikan anatomi pertanyaan penelitian doktoral melalui studi kasus implementasi Coretax. Dengan mengangkat fenomena penerapan Coretax secara nasional, peserta diajak melihat bagaimana suatu fenomena dapat dikembangkan menjadi pertanyaan penelitian yang lebih terarah, misalnya mengenai pengaruh implementasi Coretax terhadap voluntary tax compliance. Pembahasan tersebut menekankan pentingnya menghubungkan fenomena, permasalahan, kesenjangan penelitian, teori dan metode, serta kontribusi yang diharapkan agar sebuah proposal memiliki alur argumentasi ilmiah yang koheren.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada pentingnya menentukan teori dan metodologi yang sesuai dengan pertanyaan penelitian. Berbagai pendekatan, seperti Institutional Theory, Compliance Theory, metode campuran (mixed methods), SEM-PLS, dan studi kasus, dapat dipertimbangkan sesuai dengan karakteristik permasalahan dan tujuan penelitian. Pemilihan metode tidak semata-mata didasarkan pada popularitas teknik analisis, melainkan pada kemampuannya menjawab pertanyaan penelitian secara valid dan menghasilkan temuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah pengujian kelayakan ide penelitian doktoral. Sebuah ide perlu dinilai berdasarkan tiga aspek utama, yaitu originality, scope, dan feasibility. Originalitas berkaitan dengan kebaruan fenomena atau perspektif analisis yang ditawarkan; cakupan penelitian harus cukup mendalam untuk mendukung proses penelitian doktoral selama beberapa tahun dan menghasilkan publikasi ilmiah; sedangkan kelayakan penelitian mencakup akses terhadap data serta sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian.
Melalui pendekatan yang menggabungkan landasan teoretis, pertimbangan metodologis, dan contoh fenomena aktual, webinar ini memberikan wawasan kepada peserta mengenai proses penyusunan proposal penelitian doktoral yang lebih sistematis. Peserta diharapkan mampu mengembangkan ide awal menjadi pertanyaan penelitian yang tajam, mengidentifikasi kesenjangan penelitian secara kritis, serta merumuskan kontribusi teoretis, praktis, dan kebijakan yang jelas.
Penyelenggaraan webinar ini merupakan bagian dari upaya School of Accounting BINUS University dalam mendorong budaya riset yang berkualitas dan mempersiapkan calon peneliti doktoral menghadapi tantangan akademik yang semakin kompleks. Melalui program Doctor of Accounting Science, BINUS University berkomitmen mendukung pengembangan peneliti dan akademisi yang tidak hanya mampu memahami persoalan akuntansi kontemporer, tetapi juga menghasilkan penelitian orisinal yang memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan, praktik profesional, dan perumusan kebijakan.
Dengan demikian, webinar “Transforming Research Ideas into Doctoral Research Proposal in Accounting Science” menjadi wadah pembelajaran akademik bagi peserta untuk memperkuat fondasi penelitian doktoral sekaligus memahami bagaimana ide penelitian dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah yang relevan, mendalam, dan berdampak.

